Rabu, 18 Februari 2009

beliau

Disaat daku tua,bukan lagi diriku yang dulu.
Maklumilah diriku, bersabarlah dalam menghadapiku

Disaat daku menumpahkan kuah sayuran di bajuku,
Disaat daku tidak lagi mengingat caranya mengikatkan tali sepatu,

ingatlah saat2 bagaiamana daku mengajarimu, membimbingmu untuk melakukannya

Disaat saya dengan pikunnya mengulang terus menerus ucapan yg membosankanmu,
Bersabarlah mendengarkanku, jangan memotong ucapanku,
Dimasa kecilmu, daku harus mengulang & mengulang terus sebuah cerita yg telah saya ceritakan ribuan kali hingga dirimu terbuai dalam mimpi.

Disaat saya membutuhkanmu untuk memandikanku,
Janganlah menyalahkanku.

Ingatlah dimasa kecilmu, bagaimana daku dengan berbagai cara membujukmu untuk mandi?

Disaat saya kebingungan menghadapi hal2 baru & teknologi modern,
Janganlah menertawaiku.

Renungkanlah bagaimana daku dengan sabarnya menjawab setiap "mengapa"
yg engkau ajukan disaat itu.

Disaat kedua kakiku terlalu lemah untuk berjalan,
Ulurkanlah tanganmu yg muda & kuat untuk memapahku.

Bagaikan dimasa kecilmu daku menuntunmu melangkahkan kaki untuk belajar berjalan.

Disaat daku melupakan topik pembicaraan kita,
Berilah sedikit waktu padaku untuk mengingatnya.

Sebenarnya, topik pembicaraan bukanlah hal yg penting bagiku,
asalkan engkau berada disisiku untuk mendengarkanku, daku telah bahagia.

Disaat engkau melihat diriku menua, janganlah bersedih.
Maklumilah diriku, dukunglah daku, bagaikan daku terhadapmu
disaat engkau mulai belajar tentang kehidupan.


Dulu daKu menuntunmu menapaki jalan kehidupan ini, kini temanilah daku hingga akhir jalan hidupku.
Berilah daku cinta kasih & kesabaranmu, daku akan menerimanya dengan senyuman penuh syukur.
Didalam senyumku ini, tertanam kasihku yg tak terhingga padamu.

Jumat, 19 Desember 2008

merajut cinta dan menjalin kasih

Bila saja Cinta bisa di rajut…

maka siapa yang merajutnya adalah mereka yang mengenal cinta dengan baik,

setiap benang-benang cinta yang dirajut akan menghubungkan satu dengan lainnya menjadi suatu bentuk cinta yang indah,

cinta yang terbentang luas dan meliputi siapapun tanpa kecuali…

Tidak perlu jarum-jarum kebencian untuk merajut cinta…

bukan juga jarum-jarum permusuhan yang dapat merajut cinta…

Apalagi jarum-jarum nafsu yang hanya akan merusak rajutan cinta itu sendiri.

Siapa yang dapat merajut cinta dengan tulus ia sungguh mengerti arti cinta yang sesungguhnya…

bila ia merajut cinta hanya untuk seseorang maka jaring-jaring cinta hanya akan membungkus dirinya sendiri, tetapi bila ia merajut hubungan antara benang-benang cinta dengan sesamanya…

jaring-jaring cintanya akan melebihi keindahan jaring-jaring persahabatan….

Kasih adalah ketulusan dalam memberi….

Kasih itu indah…

Kasih itu Tidak sekedar meliputi ruang dan batas,

Kasih itu dapat dirasakan tidak dapat dilihat…

karena hanya terlihat dari ekspersi raut wajah orang yang memilikinya…

Bagaimana menjalin kasih?

Dengan apa kau menjalinnya?

Cukup dengan kepercayaan diri, dengan tekad dan dengan usaha…

menjalin hubungan dengan sesama di mulai dari dalam diri yang dipenuhi kasih

barulah kau mampu untuk mengasihi sesama dengan terjalinnya hubungan antar manusia

yang penuh dengan kasih sayang.

Terjalinnya kasih memberikan harapan bagi dunia untuk memiliki kedamaian.

Memiliki satu kesadaran tentang kebersamaan hidup.

Memberikan satu pelajaran berharga tentang arti kasih tanpa pamrih…

kasih sayang ibu anak.. Kasih sayang Orang tua, Kasih sayang Guru dengan muridnya,

kasih sayang atasan dan bawahan, serta kasih sayang antara sesamamu!!!!

Somoga Jalinan Kasih akan menebar kepelosok hatimu dan memancar keseluruh jiwa manusia…….

Salam mudita,

Mudita Center


credit by suhu